kemarin ditayangkan lagi Putaran ke 2 diskusi para calon Presiden RI. Saya melihat diskusi itu tetap saja Hambar dan tawar.
Diskusi dan PilPres yang dibiaya rakyat dengan Rp. yang mahal ini , ketiganya tidak lebih dari menyajikan:
- angan2, sedikit Ide
-ada yang seperti guru yang mengajari ilmu sosial kepada murid2nya
-menyajikan laporan2 yang merayu dengan harapan/telah dicapai, angan2 harapan dengan sedikit ilmiah dst
Padahal moderator sudah memancing untuk mengemukakan tema dan bagaimana Cara melaksanakan program2 nya; tetapi ternyata tetap tidak mengerti. Ini suatu indikasi bahwa mereka terlalu banyak mempunyai beban tetapi tidak punya kemampuan untuk mengatasi; dan kedua, jabatan Presiden direbutkan bukan untuk kepentingran rakyat.
Lalu mengapa banyak orang rebutan dan apa yang akan diperroleh dibalik itu? Yang jelas tidak akan mudah kita temukan jawaban yang jujur !


Komentar Terakhir